Mangathara Kembali Gelar Diskusi Virtual Bertajuk 'Millenial's Sosial Media Dilemma in Political Isue'

MANGATHARA.COM - Internship Program dibawah naungan PT. Mangathara Media Indonesia (MMI) kembali menggelar diskusi secara virtual melalui aplikasi zoom, Sabtu (15/11/2020).


Zoominar kali ini bertajuk “Millenial’s sosial media dillema in political isue” dengan menghadirkan 2 narasumber, yakni Sekertaris Jenderal (Sekjen) Fraksi Muda Indonesia (FMI), Dadang Mas Bakar dan juga Pengurus Masica ICMI Orda Makassar, Andi Eka Asdiana Warti.

Adapun pemandu jalannya zoominar tersebut yakni dipandu Pardi yang merupakan Pimpinan Redaksi (Pimred) media online Knews. 

Eka Asdiana Warti selaku pembicara pertama dalam kegiatan diskusi tersebut mengatakan bahwa pada umumnya media itu harus netral.

“Media itu membawa kita pada dua kondisi, mengarahkan kita kepada hal yang positif dan bisa juga mengarahkan kita secara seksama ke hal negatif dalam pandangan politik,” kata Andi Eka.

Olehnya itu, Eka yang juga merupakan Sekum Kohati Cabang Makassar Timur tersebut juga menyampaikan trik-trik sederhana dalam menyikapi isu berseliweran yang ada di media sosial.

“Pada dasarnya, media sosial mempengaruhi 3 hal, yakni kesehatan mental, tempat penyebaran berita hoax dan polarisasi politik. Olehnya itu, langkah sederhananya adalah memfilter isu-isu tersebut agar algoritma itu bisa diminimalisir khususnya hal yang ditujukan kepada kaum millenial. Selain itu, kita perlu refrensi lain agar menangkal hal itu, misalnya jurnal yang telah melewati tahap analisis,” terangnya.

Sementara, Dadang Mas Bakar selaku pemateri kedua mengutarakan bahwa dalam membangun politik sehat hal yang perlu dilakukan adalah bagaimana membangun kepercayaan kita kepada pemerintah.

“Membangun kepercayaan rakyat kepada pemerintah, tentunya lagi lagi ini persoalan media, karena media adalah instrumen vital dalam membentuk pandangan masyarakat dalam semua sektor, utamanya politik,” kata Dadang Mas Bakar.

Dengan demikian, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Pertahanan Jurusan Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik ini menegaskan ketika mendapatkan informasi di media sosial utamanya media online, tidak melihat dari satu sisi saja.

Sekadar diketahui bahwa dalam kegiatan diskusi virtual ini turut dihadiri kisaran puluhan peserta, terutama yang berasal dari peserta magang internship knews x Ujaran, dan juga peserta umum lainnya.

0 Comments