Kolonel Kav. Amran Wahid Kupas Peran Strategis TNI dalam Penanggulangan Terorisme, Raih Gelar Doktor di UMI


Dalam sidang terbuka tersebut, ia memaparkan disertasi yang mengkaji secara mendalam peran strategis TNI dalam menghadapi ancaman terorisme di Indonesia.

mangathara.com, Makassar — Perwira menengah TNI, Amran Wahid, resmi meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Hukum setelah menjalani sidang promosi doktor di Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI), Sabtu, 11 April 2026. Dalam sidang terbuka tersebut, ia memaparkan disertasi yang mengkaji secara mendalam peran strategis TNI dalam menghadapi ancaman terorisme di Indonesia.

Mengangkat judul “Esensi Sinergitas Peran Strategis Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme di Indonesia”, Amran menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga negara dalam menghadapi ancaman keamanan yang kompleks. Ia menilai bahwa sinergi antara Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme masih perlu diperkuat secara sistematis dan berkelanjutan.

Dalam paparannya, Amran mengungkap bahwa hingga saat ini implementasi peran strategis TNI dalam penanggulangan terorisme belum sepenuhnya berjalan efektif. Hal tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya belum optimalnya sinkronisasi regulasi, keterbatasan sarana pendukung, serta dinamika sosial dan budaya hukum di tengah masyarakat.

Penelitian yang menggunakan pendekatan hukum empiris ini juga mengkaji berbagai aspek, mulai dari filsafat hukum, teori hukum, hingga praktik di lapangan. Dari hasil analisis tersebut, ditemukan bahwa diperlukan kejelasan regulasi yang mampu mengatur batas kewenangan antar lembaga dalam situasi tertentu, khususnya ketika ancaman terorisme meningkat menjadi ancaman serius terhadap kedaulatan negara.

Amran menegaskan bahwa pembagian peran antara TNI dan Polri harus disesuaikan dengan tingkat ancaman yang dihadapi. Dalam kondisi normal, penanganan terorisme dapat menjadi ranah kepolisian. Namun, ketika ancaman telah berkembang menjadi serangan yang berdampak luas terhadap keamanan negara, maka keterlibatan TNI perlu diperkuat melalui payung hukum yang jelas.

Sidang promosi doktor ini turut dihadiri oleh tim promotor yang terdiri dari La Ode Husen, M. Kamal Hidjaz, dan Kamri Ahmad, serta sejumlah penguji dari kalangan akademisi. Kehadiran para pakar tersebut menambah bobot akademik dalam proses pengujian disertasi yang mengangkat isu strategis nasional tersebut.

Selain berkarier di militer, Amran juga dikenal aktif dalam dunia akademik dan kepenulisan. Ia telah menghasilkan sejumlah karya ilmiah yang membahas isu hukum, pertahanan, dan keamanan, serta berkontribusi dalam pengembangan literatur akademik di tingkat nasional maupun internasional.

Pencapaian gelar doktor ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik Amran Wahid. Lebih dari itu, gagasan yang ia tawarkan diharapkan dapat menjadi referensi dalam merumuskan kebijakan yang lebih adaptif, sinergis, dan responsif dalam menghadapi ancaman terorisme di Indonesia ke depan.


0 Comments