Mantan Napiter Diduga Ledakkan Lapak PKL, Tiga Orang Diamankan

Peristiwa bermula ketika seorang pedagang jagung berinisial S terlibat adu mulut dengan pedagang tahu gejrot berinisial E. Warga yang berada di lokasi sempat melerai pertengkaran tersebut agar tidak berlanjut.
TASIKMALAYA – Seorang mantan narapidana kasus terorisme (napiter) berinisial A diduga meledakkan sebuah lapak pedagang kaki lima (PKL) saat terjadi perselisihan di kawasan Dadaha, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2026) malam. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut, namun ledakan sempat memicu kepanikan warga di sekitar lokasi.

Peristiwa bermula ketika seorang pedagang jagung berinisial S terlibat adu mulut dengan pedagang tahu gejrot berinisial E. Warga yang berada di lokasi sempat melerai pertengkaran tersebut agar tidak berlanjut.

Namun, situasi kembali memanas setelah A, yang merupakan kerabat S dan diketahui berjualan es teh di kawasan tersebut, datang ke lokasi. A diduga melontarkan makian kepada E sehingga ketegangan kembali meningkat di tengah kerumunan warga.

Di saat warga kembali berupaya melerai perselisihan, tiba-tiba terdengar ledakan keras yang diduga berasal dari bahan peledak rakitan di sekitar lapak dagangan. Suara dentuman tersebut membuat warga panik dan berlarian menjauhi lokasi kejadian.

Mendapat laporan dari masyarakat, jajaran Polres Tasikmalaya Kota bersama tim Brimob langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Minggu (12/7/2026). Polisi juga melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bahan peledak lain yang masih tersisa.

Dari hasil olah TKP, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Barang bukti itu antara lain material logam, pupuk KCL, bubuk aluminium, belerang, instalasi kabel, baterai, serta remote kendali jarak jauh yang diduga digunakan dalam rangkaian peledakan.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab pasti ledakan serta keterlibatan para pihak dalam insiden tersebut. Polisi juga telah mengamankan tiga orang yang terlibat dalam perselisihan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Setelah mendapatkan aduan dari masyarakat, kami bersama Brimob melakukan penyisiran dan rangkaian penyelidikan terkait adanya insiden ledakan tersebut," kata AKBP Andi Purwanto, Senin (13/7/2026).

Ia menambahkan, selain mengamankan tiga orang yang terlibat dalam perselisihan, penyidik juga melakukan penggeledahan di rumah A yang berada di Kampung Gunung Koneng, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Langkah tersebut dilakukan untuk mencari barang bukti tambahan yang berkaitan dengan dugaan penggunaan bahan peledak rakitan.

Hingga kini, Polres Tasikmalaya Kota masih melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap motif, asal-usul bahan peledak, serta memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana lain dalam peristiwa tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi sembari menunggu hasil penyelidikan resmi.

0 Comments